Setelah segala kesibukan dan rutinitas berakhir, salah satu hal yang paling menjengkelkan adalah tidak ada lagi deadline sehingga hari-hari biasa terasa super duper membosankan. Tidak ada lagi monster yang harus ditaklukkan atau naga yang kudu ditangkap.
Belum lagi di usia before thirty ini bayang-bayang menua seringkali bikin overthinking. Terlalu banyak "what if" yang memenuhi kepala menuntutku harus melakukan banyak hal sekarang, soalnya kalo ditunda keburu ngga ada kesempatan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin menua kesempatan melakukan banyak hal makin terbatas. Misalnya karena fisik ngga lagi on fire, terlalu lama duduk kakinya kram. Pengen baca buku, cucian numpuk. Belum lagi yang udah nikah ada anak, suami, dan rumah yang harus diurusin.
Ada yang bilang life begins at 40. Karena di usia itu orang-orang akan menuai apa yang sudah ia tanam sepanjang usianya sebelum menginjak 40 tahun. Dan di usia segitu orang cenderung agak sulit buat menerima dan beradaptasi dengan hal-hal baru.
Makanya eksplorasi diri itu penting karena jangan sampe hidup kita di usia 40 tahun itu telat menyadari semuanya dan menyesal karena belum banyak yang dilakuin daaan jangan lupa "Life would never get easier".
Fenomena ini bahkan bisa kita lihat pada orang-orang yang pensiun, di mana kehilangan rutinitas sehari-hari bisa menimbulkan dampak psikologis. Ada tuh namanya post power syndrome atau retirement depression biasanya diidap sama orang-orang yang udah pensiun.
Bagi sebagian orang ternyata kehilangan kesibukan dan rutinitas sehari-hari bisa segitu besar dampaknya bagi psikologinya. Bahkan salah satu efeknya adalah emosi yang tidak terkontrol. Udah tua doyan marah-marah lagi, kurang lebih gitulah.
Mungkin ada yang bilang kalo maut jauh lebih dekat dari usia 40 tahun karena kita ngga bakal tahu usianya nyampek segitu atau ngga. Bagiku sih, mempersiapkan diri menuju hari tua termasuk cara menyiapkan kematian. Karena saat ajal menjemput apalagi yang bakal kita bawa kalo bukan kebaikan-kebaikan yang udah dilakuin?
Makanya kenapa menghadapi kebosanan ini jadi PR besaarrr banget, aku mesti kudu ngapain setelah ini?
Munculnya kebosanan biasanya menandakan perlu ada aktivitas baru dalam hidup kita. Biar ngga gitu-gitu aja.
Harusnya ada banyak hal yaaa yang mesti dilakukan buat eksplorasi diri. Salah satunya nulis kek gini. Nulis artinya semakin banyak yang mesti dibaca dan disimplifikasi biar lebih mudah dicerna.
Nah, ini juga yang menarik. Semakin aku berproses mengeksplorasi diri semakin merasa bersyukur bahwa nikmat yang Allah swt kasih itu banyak banget. Apalagi potensi yang ada pada diri kita bisa dimanfaatin buat nge-boost amalalan-amalan kita.
Hidup memang penuh dengan pilihan, jika potensi yang Allah swt kasih ini ngga bisa nge-boost amal shalih yaaa buat apa kan? Karena dalam hidup ini garis besarnya udah jelas, kita berasal dari Allah swt dan akan kembali kepadaNya.
*Sorry for being too judgemental | Wallahu a'lam bishawab


0 comments:
Posting Komentar