Di tengah klaim kebebasan yang digembar-gemborkan oleh negara-negara Barat, kenyataannya banyak kebijakan yang justru membatasi hak umat Islam untuk mengekspresikan keyakinan mereka.
Salah satunya adalah Prancis, yang meski mengaku menjunjung tinggi kebebasan, malah sering kali terlibat dalam diskriminasi terhadap umat Islam. Di sisi lain Prancis mengaku sebagai negara yang paling revolusi tapi doyan diskriminasi.
Ngomongin soal paling revolusi, revolusi prancis pecah karena adanya semangat liberte, egalite, fraternite. Rakyat yang sudah muak dengan bangsawan turun ke jalan, untuk menentang dominasi bangsawan dan agamawan selama berabad-abad lamanya.
Ngga bisa dipungkiri ya bahwa Prancis ini emang rada traumatik dengan adanya dominasi agama. Bukan soal toleransi tapi lebih ke arah bahwa agama dijadikan sebagai alat untuk melegalkan setiap kebijakan dzalimnya Raja.
Makanya ngga heran jika Prancis ini benar-benar menjunjung tinggi sekulerisme. Sebuah ide bahwa agama tidak boleh ikut campur dalam urusan politik dan lainnya. Agama hanya boleh ada di ruang private.
Orang Barat memang pandai berteori, tapi dalam praktiknya banyak yang bertentangan dengan teori yang mereka buat. Misalnya, ketika seorang guru di Prancis menegur murid yang mengenakan hijab, itu bukan sekadar soal aturan sekolah, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara memaksakan pemahaman mereka tentang kebebasan dan kesetaraan, yang justru mengekang kebebasan berekspresi bagi umat Islam.
Iya sih banyak yang bilang "When in Rome, do as the Romans do".
Nah, disini yang bikin gatel buat beropini.
Yang pertama revolusi Prancis itu sangkut pautnya karena dominasi bangsawan didukung sama pihak gereja, Jadi, kalo Islam disangkut pautin dalam sekulerisme mereka, keknya mereka yang ngga nyambung dan kurang literasi sejarah peradaban Islam. Jelas-jelas revolusi Prancis itu ngga ada hubungannya dengan Islam beserta ajarannya.
Yang kedua Prancis sendiri mengakui kebebasan beragama, tapi mereka yang membatasi cara mengekspresikannya. Ini bukti bahwa kebebasan yang selama ini dikoar-koarkan itu omong kosong. Tapi ngakunya si paling Liberal.
Sebelum ini mereka juga ngelindungin charlie hebdo yang bikin karikatur nabi Muhammad saw katanya bagian dari kebebasan. Mengolok = kebebasan, menunjukkan identitas muslimah = melanggar undang-undang.
Namun, kenyataan menunjukkan kebebasan mereka hanya berlaku bagi yang sejalan dengan pandangan mereka, sementara umat Islam dibatasi dalam mengekspresikan keyakinan mereka, seperti larangan hijab di sekolah-sekolah.
Mereka mempermainkan teori kebebasan yang mereka bikin sendiri sesuai dengan kebencian mereka terhadap Islam. Inilah bukti bahwa sekulerisme akan selalu cari cara buat menghadang siapapun buat mengamalkan ajaran Islam secara kaffah.
Misalnya kalo di Indonesia, maka isu yang sering dimainin adalah radikalisme dan intoleransi. Orang bakal dicap radikal kalo ngga toleran dengan agama lain.
Caranya dengan mencapuradukkan antara ajaran islam dengan agama lain, contohnya shalawatan di gereja, sampe heboh banget Paus dateng ke Indonesia buat nasehatin kita buat bertoleransi. Lha padahal di Uruguay noh mayoritas katolik ngga ngebolehin adanya masjid.
Di sisi lain hari ini umat Islam ditakut-takuti dengn Islam kaffah, karena dianggap sebagai tanda intoleran dan bibit-bibit munculnya radikalisme, dll. Maka ngga heran sosialisasi Islam Moderat dimana-mana. Dan muncul pertanyaan "Sebenarnya Islam yang seperti apa sih yang membahayakan? Emang kalo menganut Islam Kaffah jadi menyimpang gitu?"
Sayangnya, saat ini pemerintah sering melibatkan Barat dalam mengkaji Islam agar terkesan toleran dan tidak radikal. Apakah umat Islam begitu tidak percaya diri hingga perlu merujuk pada standar Barat, padahal kita seharusnya mempelajari Islam secara kaffah sesuai Al-Qur'an dan Sunnah melalui ulama-ulama yang ikhlas dan berkompeten?
Sebagai umat Islam, sudah saatnya kita kembali mempelajari Islam secara kaffah, sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa terpengaruh oleh standar ganda yang diterapkan oleh dunia Barat. Kita harus percaya bahwa jalan Rasulullah saw adalah jalan terbaik untuk menjalankan aturan Islam secara kaffah.
Wallahu a'lam bishawab


0 comments:
Posting Komentar